Takdir Gatotkaca

Genderang perang telah ditabuh, terompet telah terdengar menggelegar di tengah padang Kurusetra, menandakan bahwa perang besar Bharatayuda akan dimulai lagi pada hari tersebut.

14 hari sudah perang saudara antara Pandawa dan Kurawa itu telah berlangsung, dan belum ada tanda-tanda kapan akan berakhir. Meskipun sudah ribuan prajurit ataupun ksatria-ksatria yang kehilangan nyawanya di medan tempur. Resi Bhisma dan Resi Durna adalah beberapa dari mereka yang memenuhi takdirnya untuk gugur di perang ini.

Pregiwa, putri dari Raden Arjuna yang telah diperistri oleh Gatotkaca, termenung sendiri. Sejak beberapa lama sebelum perang ini dimulai, ia memang lebih sering menyendiri. Terpisah dari gegap gempita peperangan. Ia tak seperti para istri lain yang dengan gembira menyambut suaminya yang pulang dengan selamat, atau para istri yang berlinang airmata mendapat kabar kematian suaminya. Ketika Gatotkaca pulang dari peperangan, ia hanya akan mendapati ibunya, Arimbi, yang menunggunya.

Tak banyak yang tau bahwa Pregiwa dan Gatotkaca telah lama tidak salling bertemu, kecuali Arimbi. Tid ... Selengkapnya

Posted at 31 Desember 2013 | (1 komentar)

Hari Ini Pasti Menang

Jadi hari kemarin waktu itu saya diberi kesempatan untuk nonton film Hari Ini Pasti Menang (HIPM) pakai tiket gratis. Entahlah dalam rangka acara apa, mungkin promosi film, tapi saya dan temen-temen lain yang juga nonton tidak diminta ngetwit atau nulis blog. Nah, karena setelah nonton saya ada beberapa komentar, ya ditulis aja.

Jadi si film HIPM ini buatannya Andi Bahtiar Yusuf, orang yang dulu pernah bikin film sepakbola juga "Romeo & Juliet". Saya sudah nonton film itu, tapi tidak bisa menikmati malah agak risih karena dialognya kebanyakan makian semua. Sedangkan yang film HIPM ini saya sudah lebih baik dan lebih bisa saya nikmati. Tapi tidak tahu juga kalau bagi temen yang lain. Mungkin karena tidak paham dengan sepakbola, jadi beberapa teman-teman ada yang sibuk main hp atau tidur.

Jalan ceritanya film ini mengangkat tema mafia sepakbola, perjudian, dan pengaturan skor. Hal-hal seperti itu mungkin memang benar terjadi di sepakbola Indonesia. Beberapa kali juga disebutkan tentang pengaturan skor di sepakbola Eropa, contohnya ya Juventus. Film ini juga menampilkan anarki da ... Selengkapnya

Posted at 23 April 2013 | (0 komentar)

Return of the Blog

Salah satu faktor utama untuk layak disebut sebagai bloger selain memiliki blog adalah konsistensi menulis, dan itu bukanlah perkara mudah. Tulisan terakhir di blog ini adalah pada akhir tahun 2010, rentang waktu yang cukup lama untuk bisa membuat blog dianggap mati. Kelupaan untuk memperpanjang domain (www.ariprasetyo.com) membuat blog tidak bisa diakses, seakan-akan meresmikan kematiannya. Tapi toh blog ini tidak berisi tulisan-tulisan penting yang updatenya selalu ditunggu, jadi ada atau tidak adanya blog ini tidak akan banyak berpengaruh.

Namun nyatanya walaupun sudah beberapa lama tidak menulis, saya masih merasa membutuhkan blog ini. Resiko menulis di blog memang akan membuat tulisan kita bisa dibaca oleh orang lain, tapi yang penting bukan itu. Lebih penting adalah saya mempunyai tempat untuk menulis. Istilah klisenya adalah "menulis itu suatu kebutuhan". Beberapa waktu terakhir saya mengalami kejadian-kejadian yang pengin ditulis, tapi tidak bisa dilakukan karena tidak punya blog. Misalnya pas nonton Sheila on 7 Valentine kemarin atau pas HP Optimus-ku dicambil orang. Twi ... Selengkapnya

Posted at 06 Maret 2013 | (2 komentar)

Sumpah Palsu Abimanyu

Malam hari ke 13 perang Bharatayuda, kubu Pandawa diselimuti duka. Abimanyu, Ksatria muda putra Arjuna yang pemberani telah tiada, gugur dalam medan perang Bharatayuda.

Kesedihan tiada terkira merundung wajah cantik Dewi Utari, Istri Abimanyu. Tak sanggup ia berkata sepatah katapun saat Arjuna menanyakan perihal Abimanyu kepadanya.

"Wahai anakku Utari, dimanakah Putraku Abimanyu berada? Aku ingin mengabarkan tentang kemenanganku atas Laskar Samsaptaka", tanya Arjuna.

Utari hanya bisa tertunduk sedih. Tak tahukah arjuna bahwa putra kesayangannya itu telah menggantikan perannya, sebagai senapati yang bertugas untuk menghancurkan formasi Chakrawyuha dari pasukan Kurawa yang tangguh? Bahwa Abimanyu telah tewas dengan mengenaskan setelah terperangkap dalam formasi Chakrawyuha, dan babak belur dikeroyok ksatria Kurawa, belum tahukah dia?

Air mata mulai menetes membasahi pipi Dewi Utari, tanpa berucap tanpa terisak. Arjuna tertegun. Baru sadarlah dia akan raut muka sedih dari semua orang, yang seakan-akan disembunyikan darinya. Tak ada seorangpun yang tega mengabarkan tentang ... Selengkapnya

Posted at 25 Oktober 2010 | (20 komentar)

 
 

Latest Article

 

 

Latest Comment